Di Era Digital Marketing, Brand Tetap Rela Mengeluarkan “8 Juta Dolar” Untuk Slot Iklan 30-60 detik di Super Bowl. Kenapa?

Superbowl LX tetap menjadi ajang marketing yang menggugah bagi brand
Logo Super Bowl LX Foto: X.com

Super Bowl LX baru saja berakhir kemarin di Levi’s Stadium, Santa Clara. Seattle Seahawks mengangkat trofi setelah menumbangkan New England Patriots, dan Bad Bunny sukses mengguncang panggung halftime bersama Lady Gaga. Namun, persaingan tidak hanya terjadi antara dua tim National Football League yang sama-sama ingin meraih gelar juara melainkan ada juga pertempuran lain yang jauh lebih mahal dan masih berlangsung di ranah  Digital Marketing Super Bowl.

Di tahun 2026, biaya iklan dengan durasi 30-60 detik di Super Bowl menyentuh angka $10 juta (sekitar Rp157 miliar). Hal ini tentunya memunculkan pertanyaan ” Di era digital ini, Kenapa sih brand masih mau bayar semahal itu di tengah gempuran digital dan semakin terpesonalisasinya konten?”

Jawabannya: Karena Super Bowl bukan lagi hanya tempat menampilkan iklan TV yang selesai dalam waktu 30-60 detik, bukan lagi hanya menyasar penonton di TV, melainkan sebuah panggung untuk menunjukkan identitas brand, memposisikan brand dalam budaya global dan juga menjadi sebuah percakapan di dunia digital.

Mengapa Super Bowl Tetap Jadi “Mekkah” Digital Marketing di 2026

1. “Melumasi” Algoritma Media Sosial

Di tahun 2026, brand tidak lagi merilis iklan secara tiba-tiba. Mereka melakukan apa yang disebut Algorithmic Priming. Sekarang, campaign Super Bowl tidak lagi hanya di hari pertandingan saja. Tiga minggu sebelum laga, brand akan membanjiri media sosial mereka dengan potongan konten yang “memancing” algoritma untuk meningkatkan hype hingga saat iklan utama tayang di hari-H, sistem rekomendasi (seperti FYP TikTok) sudah mengenali brand tersebut sebagai “trending”, Ini membuat konten organik brand didorong ke puncak feed jutaan pengguna tidak hanya di Amerika saja, bahkan seluruh dunia. Contohnya seperti peluncuranlivery mobil F1 tim Cadillac yang ada di Super Bowl.


2. Dominasi Layar Kedua (Second Screen)

Data menunjukkan bahwa 70% penonton Super Bowl 2026 menonton pertandingan sambil memegang smartphone. Sehingga, Iklan TV bisa dikatakan sebagai pemanis atau “umpan.” Interaksi sebenarnya terjadi di berbagai aplikasi, media sosial, dan platform e-commerce. Banyak brand menggunakan QR code atau AI visual yang memungkinkan penonton langsung melakukan berbagai aktivitas seperti membeli produk yang mereka lihat di TV lewat aplikasi belanja favorit mereka ataupun ikut kegiatan spesial yang disiapkan oleh brand dalam hitungan detik. Contohnya seperti campaign Salesforce x Mr Beast yang mengadakan activation bagi penonton untuk bisa memenangkan 1 juta dolar dengan menyelesaikan puzzle yang ada di iklan menggunakan salah fitur dari Salesforce yaitu Slackbot.

3. “The Long Tail Effect”

Data dari Apple Music yang menunujukkan adanya peningkatan signifikan untuk streaming saat Super Bowl
Data Apple lonjakan pendengar di Apple Music saat Super Bowl. Foto: Apple

Brand kini menggunakan slot TV yang mahal hanya sebagai “pintu masuk” atau trigger. Kesannya memang terlihat sembrono. Namun, Investasi $8 juta tersebut kini mencakup “The Long-Tail Effect: dimulai dari teaser, konten in-Game, highlights dan juga konten post-game.

Konten-konten tersebut akan ada di ranah digital berhari-hari dan terus menjadi bahan perbincangan yang juga meningkatkan aktivitas pencarian di media sosial serta sorotan media yang berkelanjutan. Tidak hanya itu Super Bowl juga menjadi sebuah fenomena budaya yang sangat kuat, sehingga membuat penonton ingin terus berinteraksi.

Hal ini bisa dilihat dari pertunjukan half-time show Bad Bunny yang trending tidak hanya di Amerika serikat tapi juga seluruh dunia. Tidak hanya itu, Apple Music yang juga menjadi sponsor dari pertunjukan halftime tersebut juga mendapatkan peningkatan trafik dan engagement yang begitu signifikan. Apple Music melaporkan kalau terjadi peningkatan 7x lipat dari pengguna yang memutar lagu Bad Bunny dan 63 juta orang yang menonton konferensi pers Bad Bunny dalam dua hari setelah pertunjukan. Hal ini menunjukkan bukti nyata bahwa efek yang didapatkan dari jangkauan Super Bowl sangat besar.

Sinergi Konten Digital Marketing Super Bowl dan Iklan TV adalah Kunci

Fenomena Super Bowl 2026 menjadi bukti kalau iklan televisi konvensional jauh dari kata mati. Sebaliknya, Iklan TV kini telah berevolusi menjadi jangkar yang memperkuat seluruh strategi digital marketing dari sebuah brand. Angka $10 juta untuk 30-60 detik mungkin terlihat sangat fantastis, namun hal ini sebanding dengan keriuhan dan dampak yang dihasilkan cukup besar. TV memberikan jangkauan massal (mass reach), tetapi strategi digital marketing-lah yang memberikan kedalaman (depth) dan konversi.

Sederhananya, Iklan diSuper Bowl bisa memantik pencarian dan strategi digital marketing akan memperpanjang masa konten dari yang hanya 30-60 detik menjadi 30-60 hari.

Pada akhirnya, Super Bowl akan selalu tetap menjadi panggung terbesar di dunia untuk menunjukkan identitas brand. Namun, tanpa strategi digital yang cerdas untuk menangkap momentum tersebut, investasi semahal apa pun akan terbuang percuma jika tidak dilengkapi dengan strategi digital marketing yang tepat.

Adaptasi Strategi Global untuk Pasar Indonesia

Mungkin kamu saat membaca ini bertanya-tanya, apa relevansi iklan bernilai ratusan miliar rupiah di Amerika bagi bisnis di Indonesia? Jawabannya terletak pada logika strateginya, bukan pada besarnya anggaran. Prinsip Algorithmic Priming dan sinergi second-screen yang memenangkan Super Bowl adalah blueprint yang sama yang bisa diadaptasi untuk pasar Indonesia yang sangat kompetitif seperti pada kampanye menyambut Ramadan, Harbolnas, maupun peluncuran produk baru. Sebagai digital agency Jakarta, Crimson Agency akan membantu kamu untuk memahami bagaimana menerjemahkan tren global ini ke dalam taktik lokal yang efektif; dan mengaplikasikannya untuk membantu bisnis atau brand kamu mencapai hasil yang kamu inginkan.

Kami menyediakan layanan terintegrasi mulai dari manajemen konten dan sosial media hingga layanan SEO, SEM, data analytics, dan PR yang bisa disesuaikan untuk memajukan brand dan bisnis.

Kamu bisa lihat portofolio hasil kerja kami dengan berbagai brand multinasional di halaman ini. Siap menjadi “The important conversation” bersama Crimson Agency? Klik laman ini untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang bagaimana kami bisa membantu bisnis kamu.

Author avatar
crimson_admin
http://crimson.agency
We use cookies to give you the best experience.